Searching...
Kamis, 15 November 2012

Cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak

 Cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak ~ Berikut ini kami akan memberikan informasi menarik, berita unik dan tutorial tips & Trik yang tentunya sangat membantu anda serta menambah informasi. kali ini kami akan membahas tentang Cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak  secara lengkap dan mendetail, langsung saja silahkan baca info artikel berikut Ini :

Cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak 
Cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak - jika anda ingin menumbuhkan rasa percaya diri pada anak/putra maupun putri anda, saya telah menuliskan beberapa tips dan tutorial caranya di bawah ini :

  1. Berikan cinta anda, tanpa pamrih - Rasa percaya diri anak semakin berkembang dengan ketulusan cinta yang anda berikan meski bagaimanapun tingkah polah anak anda, yang tentu saya kadang seringkali kita lepas kontrol, jikapun mungkin anak anda pernah mencelakai anak orang lain, katanya padanya misanya 'nak, dorong-dorong temanmu itu bisa bahaya, coba lain kali jangan dorong-dorongan', pastikan anda mengoreksi perilakunya dan bukan melabeli anak anda, misalnya dengan mengatakan 'anak nakal..kapan kamu bisa baik..!!! selalu ingat bahwa ungkapan cinta anda adalah motivasi bagi anak anda untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya.
  2. Berikan Perhatian - Luangkan waktu anda ketika anak anda ingin berbicara pada anda, berikan perhatian anda sepenuhnya pada apa yang sedang anak anda katakan, mungkin bagi anda sepele, tapi hal itu memberikan pesan bagi anak anda, bahwa dirinya adalah individu yang penting dan berharga. Cobalah hentikan kegiatan anda sebentar untuk memdengarkan sepenuhnya apa yang sedang ia katakan, jika mungkin anda sedang berfesbuk ria, berhentilah sejenak, atau jika anda sedang asyik menonton sinetron, matikan sejenak, atau jika anda sedang ngecek beberapa email yang masuk, hentikanlan sebentar, tentu anda tidak ingin anak anda merasa bahwa dia tidak penting kan. Atau jika anda sedang sibuk menyiapkan makan malam, anda dapat memancingnya dengan mengatakan "coba cerita sama ibu, tadi di sekolah gambar apa aja?, kalo udah selesai ceritanya ibu mau masak". Pastikan jangan lepaskan kontak mata pada anak anda.
  3. Dukung anak anda untuk menghadapi resiko yang ringan - Apa maksudnya ya, tentu sebagai orang tua kita seringkali mendapati anak kita frustasi karena belum berhasil memasangkan gambar puzzle, sehingga seringkali ditengah-tengah bermain tiba-tiba mereka menjerit dan bahkan menangis sendiri. Apa yang perlu anda lakukan adalah, dukunglah anak anda untuk mencoba sesuatu yang baru, selama hal tersebut tidak membahayakan dirinya, minimalisir campur tangan anda untuk menjadi problem solving dalam tantangan baru yang dihadapinya. Biarkan anak anda melakukan ujicoba selama hal tersebut tidak membahayakannya. Jangan anda buru-buru mengatakan "sini, biar mama saja yang buatin" karena hal ini akan membuat anak anda tidak belajar untuk mendiri dan percaya diri.
  4. Biarkan kesalahan terjadi - Tentu saja kesalahan memberikan pelajaran berharga, dan anak anda tentu tidak luput dari kesalahan, mungkin contoh sepele yang sering terjadi, misalnya anak anda meletakkan piring terlalu dekat dengan ujung meja, tentu saja berikan gambaran padanya apa yang pernah terjadi sebelumnya dengan kondisi yang sama. Sehingga kesalahan tidak akan terulang kembali, dan memang sebagai orang tua, hal tersebut perlu diulang berkali-kali, karena tentu saja berapa kalipun kita ucapkan, kerapkali anak seringkali lalai.
  5. Rayakan Kemajuan Positif - Setiap orang pasti senang pujian, dan sebagai orang tua usahakan untuk senantiasa mengakui kemajuan-kemajuan positif yang setiap hari anak anda lakukan, misalnya, jika biasanya setiap pulang sekolah anak anda menaruh sepatunya sembarangan, kali ini dengan sendirinya dia meletakkan di rak sepatu tanpa anda suruh. Bisa jadi ketika ayahnya datang katakan padanya 'Yah, hari ini Hilda pinter, udah bisa naruh sepatunya sendiri di rak sepatu tanpa disuruh'. Pastikan anda spesifik dalam memuji, ketimbang anda bilang 'Good Job', katakan padanya: 'makasih nak kamu udah sabar menunggu'. Dengan demikian anak anda akan mengetahui bahwa dirinya berarti dan apa yang dia kerjakan adalah benar.
  6. Jadilah Pendengar Yang Baik - Mungkin pada saatnya anak anda ingin bercerita, sebagai orang tua, berhentilan sejenak dan dengarkan baik-baik apa sebenarnya yang ingin anak anda sampaikan. Tentu dia ingin mengetahui bahwa apa yang sedang dia pikirkan, rasakan, inginkan dan opininya anda hargai. Bantulah anak anda untuk merasa nyaman dengan apa yang sedang dia rasakan dengan membantunya mengindentifikasikan perasaannya. Misalnya, 'Mama ngerti kamu lagi sedih karena mesti berpisah dengan temen sekelasmu', dengan menerima emosinya apa adanya berarti anda menghargai apa yang sedang anak anda rasakan dan membantunya memberikan label perasaan apa yang sedang dia rasakan.
  7. Hindari Perbandingan - Ketika kita mempunyai anak lebih dari satu, secara tidak sadar seringkali kita mengatakan, 'Kenapa sih kamu ngga bisa seperti adik?', atau 'Bisa ngga sih kamu anteng seperti temenmu itu?' ungkapan seperti ini hanya akan mengingatkan anak anda bahwa dia hidup yang memaksanya untuk selalu berkompetisi. Meskipun ungkapan tersebut bersifat positif misanya 'Kamu yang terbaik', sebetulnya membuat anak akan sulit keluar dari label yang anda berikan tadi. Jadi sebagai orang tua, terimalah kepribadian anak anda secara apa adanya, ingatkan diri anda bahwa setiap anak adalah individu yang uniq, karena dalam keunikan yang tersendiri itulah ada kelebihan yang mungkin tidak di miliki oleh orang lain.
  8. Tawarkan Empati - Jika anak anda membandingkan dirinya sendiri dengan kawan-kawannya yang mahir dalam suatu hal, Misalnya suatu waktu dia mengatakan pada anda, 'Ma, kenapa tulisanku ngga bsia bagus seperti Sofia?' tunjukkan padanya empati anda, dan tunjukkan padanya salah satu kepintarannya yang tidak dimiliki teman-teman lainnya. Misalnya dengan mengatakan, 'Betul nak, tulisan Sofia bagus, dan kamu bagus lukisannya', dengan demikian anak anda akan belajar bahwa setiap individu mempunyai kekurangan dan kelebihan, dan dia tidak perlu merasa kurang dalam suatu hal yang tidak dapat dia lakukan.
  9. Berikan Kata-Kata Dorongan atau Penyemangat - Setiap anak membutuhkan support dari orang-orang yang dia sayangi, yang dari support tersebut memberikan sinyal positif baginya, seakan-akan support tersebut adalah ungkapan 'Mama percaya kamu, Mama bisa lihat usaha besarmu, ayo teruskan nak..' Dorongan kata-kata penyemangat artinya pengakuan atas sebentuk usaha yang sedang anak anda lakukan, tidak hanya memberikan hadiah atas usahanya. Maka jika anak anda sedang berusaha belajar mengeja, katakan padanya 'Ayo nak, mama tau kamu udah berusaha keras untuk mengeja kata-kata itu, dan kamu hampir bisa membaca semuanya', ungkapan demikian akan memotivasi anak anda untuk percaya pada kemampuan yang dia miliki.

Semoga dengan artikel diatas tentang Cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak  anda dapat lebih mengerti dan memahami tutorial yang dapat membantu sesuai dengan kebutuhan anda saat ini. 

Terima Kasih Telah Membaca artikel di blog kami "http://infonekta.blogspot.com/".

0 komentar:

Poskan Komentar